Sabtu, 21 Juli 2012

Ketakutan Seorang kakak

Adikku sumber imaginasi ku..
kata temanku,, adikku ini duplikat ku waktu kecil,, sifatnya, caranya berbicara,, persis aku..
Aku hanya menanggapi pendapat mereka dengan senyuman,, ^^.
Aku menyayangi adikku ini. Walau terkadang kami berdua seringkali bertengkar,, sama-sama saling membuat kesal. tapi itu semua tidak mengurangi kecintaan ku padanya. Malah, aku sering berfikir. bagaimana dia nantinya, kalau aku tidak ada,, tidak ada disamping nya lagi.. Apakah dia akan menjadi wanita sholehah yang sangat aku harapkan ada pada dirinya?? Ketakutan itu selalu mampir di otakku,, mengingat pergaulan sekarang yang sangat mengkhawatirkan.. Pergaulan antara lawan jenis yang hampir tidak ada batasnya lagi, Hal itu terbukti dari ucapan temanku yang mengajar di salah satu kabupaten ''L". Anak-anak remaja di daerah sana, boleh dikatakan sudah mengalami pergaulan bebas,, dimana mereka dengan leluasanya bercengkrama dengan lawan jenis (pacarnya) tanpa ada yang memperingatkan hal-hal apa  yang akan terjadi kalau mereka 'kebablasan',,. Orang tua mereka pun, seolah tidak perduli dan terkesan bangga bila anak mereka mempunyai 'pacar',,. Gaya pacaran mereka pun sudah layaknya 'suami-istri', dimana sang anak perempuan mencucikan dan menyetrika baju dari sang anak laki-laki. Dan lagi-lagi,, orang tua anak tersebut hanya diam saja. 
Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah pendidikan di daerah tersebut tidak dihiraukan,, para orang tua tidak mempunyai rasa antusias yang tinggi untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Mungkin bagi mereka, sekolah adalah suatu hal yang aneh dan membuang waktu saja. Dan lebih lagi,, hampir setiap tahun ada beberapa anak perempuan yang keluar dari sekolah dikarenakan 'hamil di luar nikah'. Ehm,, kalau sudah begitu,, siapa yang berhak disalahkan.Bukankah pemerintah sudah mewajibkan seluruh anak bangsa untuk menuntut ilmu sampai jenjang SLTA,, bahkan biaya sekolah pun digratiskan agar mereka bisa bersekolah.
Kita seperti tersadar bahwa, Zaman Jahiliyah pada zaman Nabi dahulu kembali hadir di Muka Bumi. Mereka tidak mengindahkan lagi norma atau adat yang mereka tetapkan sendiri, mereka juga tidak mempunyai rasa malu apabila anak-anak mereka diperbudak oleh nafsu.
Bagaimana caranya agar mereka bisa berubah dan berfikir maju,, ehmm ,,ya memang harus dimulai dari sendiri,, 
Ayoo.. kita siapkan generasi masa depan dengan cara yangarif dan bijaksana. Dekati mereka dengan cinta dan kasih, bukan dengan bentakan. Memang susah,, tapi harus dicoba agar kita tahu tips dan trik bagaimana yang cocok untuk membentuk karakter diri penerus bangsa ini.
(For my Little Sister)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar